Kepala Desa Putren Diduga Hindari Konfirmasi Wartawan Soal Pengurukan Tanah yang Tak Jelas Administrasinya



Nganjuk, koranpatroli.com— Dugaan ketidaksesuaian prosedur administrasi dalam kegiatan pengurukan tanah yang digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mencuat di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, KabupatenNganjuk.Sabtu(14/03/2026)

Kegiatan tersebut diduga tidak melalui mekanisme administrasi yang jelas dan sesuai aturan yang berlaku.

Informasi ini mencuat setelah sejumlah pihak mempertanyakan legalitas serta kelengkapan administrasi dari pekerjaan pengurukan tanah di wilayah desa tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah desa terkait dasar kegiatan tersebut, baik dari sisi perencanaan, maupun penganggaran 

Upaya konfirmasi yang dilakukan tim wartawan kepada Kepala Desa Putren Joko Siswanto juga belum membuahkan hasil. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon, kepala desa tidak memberikan respons. Bahkan ketika diminta waktu untuk bertemu secara langsung guna memberikan klarifikasi, yang bersangkutan disebut terus menghindar dengan berbagai alasan kesibukan.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, sebagai pejabat publik, kepala desa memiliki kewajiban memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat, terutama terkait kegiatan yang menyangkut penggunaan lahan maupun potensi penggunaan anggaran.

Sejumlah warga berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan kecurigaan di masyarakat. Transparansi dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan pembangunan di desa berjalan sesuai aturan dan tidak menyalahi prosedur administrasi.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Putren belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian prosedur administrasi dalam kegiatan pengurukan tanah tersebut.

Wartawan menyatakan akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah desa maupun instansi terkait guna memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang mengenai persoalan ini.( team) 

Editor : Redaksi 

No comments

Powered by Blogger.