Kades Maron Akui Proyek Kolam Renang Mangkrak Sudah Dilaporkan ke Kejaksaan



Kediri, koranpatroli.com– Kepala Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Riyadi, angkat bicara terkait proyek kolam renang desa yang hingga kini belum juga beroperasi meski telah dianggarkan selama tiga tahun berturut-turut.


Riyadi mengungkapkan bahwa persoalan mangkraknya pembangunan tersebut telah dilaporkan dan kini dalam penanganan Kejaksaan Negeri Kediri. Ia juga mengaku telah beberapa kali dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan.

“Saya sudah dipanggil tiga kali sejak bulan Agustus 2024 untuk memberikan klarifikasi terkait pembangunan kolam renang tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran proyek berasal dari Dana Desa yang dialokasikan sejak tahun 2023 hingga 2025. Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut dinilai masih memiliki banyak kekurangan, terutama dari sisi fasilitas penunjang.

“Fasilitasnya belum lengkap, kemudian akses jalan juga kurang strategis, sehingga sampai sekarang belum bisa difungsikan,” jelas Riyadi.

Pemerintah desa, lanjutnya, sempat merencanakan pengembangan dengan menambahkan wahana permainan anak-anak agar dapat menarik minat pengunjung. Namun hingga saat ini rencana tersebut belum terealisasi dan belum ada kepastian hukum terkait kelanjutan proyek tersebut.

Di sisi lain, kondisi kolam renang yang dibangun di area persawahan itu kini memprihatinkan. Bangunan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut terlihat terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar yang semakin tinggi.

Sebelumnya, proyek kolam renang Desa Maron sempat menjadi sorotan publik lantaran lokasinya yang berada di tengah sawah serta tidak pernah difungsikan sejak selesai dibangun. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pemborosan anggaran negara dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kejelasan proses hukum yang sedang berjalan serta langkah konkret dari pemerintah desa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

Reporter : Ester Mardiana. P

Editor : Redaksi Patroli

No comments

Powered by Blogger.