Kualitas MBG di SDN Glagahan Loceret Dikeluhkan Wali Murid, Menu Dinilai Semakin Tidak Layak



Nganjuk, koranpatroli.com– Kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Glagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dikeluhkan sejumlah wali murid. Mereka menilai kualitas makanan yang diberikan kepada siswa semakin hari justru mengalami penurunan, baik dari segi porsi maupun kelayakan menu.

Keluhan tersebut muncul setelah beberapa wali murid mengamati langsung kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. Bahkan, ditemukan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi karena diduga sudah berlendir.

Berdasarkan pantauan pada Kamis lalu, menu MBG yang dibagikan kepada siswa berisi satu porsi nasi, satu iris tempe, satu buah jeruk berukuran kecil, enam butir bakso yang diduga sudah berlendir, serta tumisan buncis dengan jagung. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para orang tua terhadap kualitas serta kandungan gizi makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka.

Sementara itu, menu yang dibagikan pada hari berikutnya juga dinilai tidak jauh berbeda. Menu tersebut terdiri dari nasi, dua iris tahu, satu potong tempe, tumis buncis, serta seiris pepaya. Wali murid menilai selain porsinya yang semakin sedikit, variasi serta kualitas makanan juga dinilai kurang memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Salah satu wali murid mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi tersebut. Ia berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.

“Harus lapor ke mana kita, supaya menu MBG untuk anak-anak menjadi terlihat layak dan memenuhi gizi anak,” ujarnya.

Para wali murid berharap pihak sekolah maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap penyediaan makanan dalam program MBG. Mereka menegaskan bahwa program yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi siswa tersebut seharusnya dijalankan dengan pengawasan ketat agar kualitas makanan tetap terjaga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyedia program MBG terkait keluhan para wali murid tersebut.(red) 


Editor : Ester Mardiana. P

No comments

Powered by Blogger.