Rumitnya Sistem Pelayanan Operasi di RSUD Nganjuk, Keluarga Pasien Anak 2 Tahun Keluhkan Proses Berbelit
Nganjuk, koranpatroli.com– Proses pelayanan operasi di RSUD Nganjuk dikeluhkan salah satu keluarga pasien. Keluhan tersebut dialami orang tua pasien anak berinisial KVN (2), yang menderita hernia dan harus menjalani tindakan operasi. Keluarga menilai sistem pelayanan di rumah sakit daerah tersebut terkesan rumit, berbelit, dan kurang memberikan kepastian kepada pasien.
Orang tua KVN menceritakan, awalnya mereka datang ke RSUD Nganjuk pada 10 Januari 2026 setelah memperoleh surat rujukan dari puskesmas untuk memeriksakan kondisi anaknya. Setibanya di RSUD, pasien diarahkan menuju ruang bedah. Di ruangan tersebut, pasien hanya diberikan obat pereda nyeri dan diminta menjalani pemeriksaan USG.
Namun karena waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga pasien diminta pulang dengan alasan pelayanan akan tutup dan diminta kembali keesokan harinya tanpa diberikan nomor antrean.
Keesokan harinya, keluarga pasien kembali datang sesuai waktu yang diarahkan. Akan tetapi, hingga sekitar pukul 11.00 WIB dokter baru dapat melayani. Setelah pemeriksaan, pasien kembali diarahkan menuju poli bedah untuk pembacaan hasil USG. Sayangnya, poli tersebut sudah tutup sehingga keluarga pasien harus pulang tanpa mengetahui hasil pemeriksaan.
Masih menurut keterangan keluarga, pada hari berikutnya mereka kembali datang ke poli untuk meminta penjelasan hasil USG. Saat konsultasi berlangsung, keluarga mengaku dokter terlihat sambil bermain ponsel ketika memberikan penjelasan. Dokter tersebut menyampaikan bahwa terdapat cairan di bagian testis pasien dan menyarankan operasi tanpa terlebih dahulu membaca secara detail hasil USG.
“Dokter hanya mengatakan ‘oh itu cairan ya, harus kita operasi’, tanpa terlihat membaca hasil USG secara menyeluruh,” ujar keluarga pasien.
Selanjutnya, keluarga pasien kembali datang untuk mengatur jadwal operasi. Namun pihak rumah sakit menyampaikan bahwa jadwal operasi sudah penuh atau kuota telah habis. Keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait kuota yang dimaksud. Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa penjadwalan operasi hanya dapat dilakukan pada hari Senin, sementara saat itu keluarga datang pada hari Rabu.
Tidak menyerah, keluarga pasien kembali mendatangi RSUD pada Senin berikutnya. Saat itu, pihak rumah sakit akhirnya menjadwalkan operasi pada 26 Februari 2026. Pada kunjungan tersebut, pasien juga menjalani pemeriksaan rontgen dan tes laboratorium sebagai persiapan operasi.
Pihak rumah sakit juga sempat menyampaikan bahwa apabila keluarga tidak sabar menunggu jadwal operasi, pasien dapat dirujuk ke RSI.
Keluhan tersebut kemudian disampaikan keluarga pasien kepada bagian Humas RSUD Nganjuk. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pihak humas menyarankan agar pasien datang kembali pada Rabu, 11 Februari 2026 pukul 08.00 WIB tanpa mengambil nomor antrean.
Namun saat keluarga pasien datang sesuai arahan, hingga hampir pukul 10.00 WIB dokter belum dapat ditemui dengan alasan sedang mengikuti rapat. Bahkan, keluarga mengaku sempat diminta perawat untuk mempuasakan pasien dengan kemungkinan operasi dilakukan, namun hingga saat itu belum ada kepastian tindakan medis yang diberikan.
"Anaknya suruh puasa saja dulu, siapa tahu nanti oprasi" ujar keluarga menirukan perawatnya.
Diketahui, pasien KVN masih berusia 2 tahun sehingga kondisi tersebut membuat keluarga merasa khawatir sekaligus lelah secara mental karena harus bolak-balik menjalani proses administrasi dan pemeriksaan tanpa kepastian jadwal tindakan.
Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Nganjuk belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien tersebut. (red)
Reporter : Ester Mardiana. P

No comments