Mahasiswa Asal KBB Yang Mencari Ilmu Di Al-Azhar Mesir, Tak Bisa Pulang Tidak Punya Biaya, Minta Bantuan Bupati Tak Direspon.



Cilame, Bandung barat_koranpatroli.com

Sungguh miris nasib seorang warga Cilame (Riyan Muhamad Ridwan) setelah bertahun-tahun berjuang mencari ilmu di Universitas Al-Azhar, kairo, Mesir dari tahun 2022 dan meraih gelar sarjana terbaik, kini tak bisa pulang ke Indonesia, Ridwan bertempat di RT 02 RW 23, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 


Tentu bukan hanya gelar akademik yang dapat dibanggakan, tetapi juga nilai, ilmu dan akhlak tinggi yang telah Riyan dapatkan dari para ulama dan orang-orang terbaik di Al-Azhar untuk diwarisi kembali ke Tanah Air Indonesia, khususnya untuk warga KBB.


Namun, untuk kembali ke Kampung halamannya, Riyan Muhamad Ridwan anak pertama dari pasangan suami isteri Sopyan Ganda Permana dengan Nurhayati harus tertahan selama tujuh bulan, karena kedua orangtuanya tak mempunyai uang untuk membiayai ongkos pulang Riyan.


Saat ditemui Awak media Patroli Sopyan Ganda Permana orangtua dari Riyan Muhamad Ridwan membenarkan bahwa anaknya tak bisa pulang ke Indonesia, karena tak punya biaya ongkos pulang. 


“Betul, saya terkendala diongkos. Kata anak saya, disana sudah mulai rawan razia bagi mahasiswa-mahasiswa yang paspor atau visa nya sudah habis, itu kan harus diperpanjang, sedangkan usaha saya cuma serabutan. Intinya sudah tidak mampu,” tuturnya Jum’at (11/8/2023).


Sopyan mengaku sudah pernah meminta tolong kepada pihak Dinas Pendidikan KBB, tepatnya ke Kepala Dinas, yakni Asep Dendi. Namun, Asep Dendi mengarahkan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) KBB.


“Intinya dia pak Asep Dendi (Kadisdik KBB) mengarahkan ke Kesra. Saya juga sudah pernah koordinasi ke bagian Kesra KBB minta bantuan, tapi dari Kesra juga tak bisa bantu,” ucapnya seperti bingung.. 


Selain itu, Sopyan juga mengaku sudah mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB untuk meminta bantuan. Namun, upaya tersebut tidak kunjung membuahkan hasil.


“Kata pihak Disnakertrans KBB, tidak ada program untuk kepulangan untuk yang berpendidikan, yang ada kalau misalkan migran, seperti ketenagakerjaan itu ada,” imbuhnya.


Tak berhenti sampai disitu, Sopyan juga membeberkan, bahwa dia pernah meminta bantuan langsung kepada Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan melalui pesan aplikasi WhatsApp nya.


“Saya sempat mengirim pesan, saya ceritakan kronologis anak saya begini-begini ke pada Pak Bupati, cuma hingga sampai saat ini belum pernah ada balasan. Intinya, saya sudah menyerah lah, saat ini saya lebih condong meminta bantuan ke pribadi saja,” ungkapnya. 


Kini Sopyan selaku orangtua dari Riyan Muhamad Ridwan sedang berupaya meminta bantuan kepada masyarakat yang tergolong ekonominya menengah ke atas, agar anaknya bisa pulang kembali kerumah.


“Sekarang saya sudah buat surat permohonan bantuan seperti mengumpulkan donasi gitu. Barangkali ada masyarakat yang mampu, yang mau menyisihkan sedikit rezekinya untuk bantu saya,” kata Sopyan dengan meneteskan air matanya. 


Tak cukup sampai disitu, lebih lanjut Sopyan menyampaikan pesan untuk Pemerintah, khususnya Pemkab Bandung Barat agar memperhatikan rakyat kecil dibawahnya. 


“Karena saya salah satu warga asli KBB, saya pun tinggal dibawah persis Pemda Bandung Barat, saya berpesan, cukup saya saja yang diperlakukan seperti ini, jangan sampai ke orang lain. Intinya, mohon diperhatikanlah orang-orang kecil yang seperti kami ini,” katanya.


Masih kata Sopyan dengan nada sedih,  saya juga malu meminta bantuan kepada masyarakat untuk mengumpulkan donasi demi anak supaya bisa pulang ke rumah.


“Tapi harus diketahui, saya sebagai orangtua memperjuangkan anak itu bela-belain gimana lah, saya sudah tidak mikir harus malu lagi. Jadi, saya mohon perhatiannya saja lah,” tandasnya.


Masih lanjut Sopyan menyampaikan ucapan terimakasih secara pribadi kepada Biro Hukum Pemkab Bandung Barat, H. Asep Sudiro dan Anggota DPRD KBB dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, yakni Bapak Deni Setiawan yang telah membantu dirinya mengkoordinasikan kepada Baznas, sehingga mendapatkan sedikit bantuan.


“Dari Baznas ada membantu kemarin, walaupun jumlahnya tidak besar, itu juga berkat dorongan dari Pak Dewan Deni Setiawan dan dorongan dari Pak H. Asep Sudiro. Dan ucapan terimakasih juga saya haturkan ke Baznas atas bantuan yang diberikan,” ucapnya.


Selain itu, dikatakan Sopyan sendiri, bahwa dirinya juga mendapatkan bantuan dana pribadi dari Kepala Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB.


“Terakhir, terimakasih juga untuk Pa Aas, Kades Cilame yang telah memberikan sedikit rezekinya untuk membantu saya mengumpulkan donasi untuk kepulangan anak saya. Semoga kebaikan bapak-bapak semua dibalas oleh Allah SWT, Aamiin,” pungkasnya. 


Jurnalis: Asep Cahyana

No comments

Powered by Blogger.